web hit counter
Lapisan Selimut Atau Mantel Adalah?

Lapisan Selimut Atau Mantel Adalah?

lapisan selimut atau mantel adalah

Lapisan Selimut Atau Mantel Adalah, Bumi tempat tinggal kita mempunyai berbagai lapisan yang mendukung kehidupan dan segala kegiatan makhluk hidup dari atasnya. Lapisan tersebut diantaranya adalah atmosfer sebagai pelindung dari luar angkasa, sampai lapisan inti bumi yang dinamis menopang kehidupan kita dengan lempeng tektonik dan gaya endogen serta eksogen.

Strukturnya terdiri dari lapisan yang berbeda-beda dan fungsinyapun berbeda-beda. Struktur tersebut adalah kerak bumi silikat padat, lapisan astenofer kental, mantel agak kental, inti luar cair, inti dalam padat.

Ilmu tentang struktur bumi didapatkan melalui observasi topografi, batimetri, batuan ekstrusif, dan gelombang seismik yang melewati interior bumi.

Dari penelitian inilah didapatkan bumi terdiri dari beberapa lapisan baik padat ataupun cair, dengan tingkatan kekentalan yang berbeda serta komposisi kimiawi yang berbeda pula.

Struktur Bumi

lapisan selimut atau mantel adalah

Struktur lapisan bumi dapat diartikan dalam dua sudut pandang yaitu dari sifat mekanis dan sifat kimia.

Sifat-sifat mekanis meliputi sifat-sifat fisik yang ada pada tiap lapisan yang meliputi kepadatan dan suhu. Dari segi mekanis bumi dibagi menjadi litosfer, astenosfer, mantel, inti luar, dan inti dalam.

Dari sudut pandang kimiawi menjelaskan sifat-sifat kimiawi pada tiap lapisan. Sifat-sifat tersebut adalah  material penyusun dan kandungan mineral pada tiap lapisan. Secara kimiawi, bumi dibagi menjadi kerak, mantel atas, mantel dalam, inti luar, dan inti dalam.

lapisan selimut atau mantel adalah

Gambar di atas adalah skema yang memperllihatkan perubahan berat jenis dari lapisan bumi seiring dengan bertambahnya kedalaman.

Terbukti bahwa semakin dalam suatu lapisan, semakin besar juga berat jenis lapisan tersebut. Artinya, lapisan  dengan volume yang sama menjadi semakin berat karena kepadatannya meningkat.

Hal ini terpengaruh oleh tekanan yang lebih besar pada lokasi tersebut. Ketika tekanannya besar, maka lapisan akan cenderung terkompaksi, sehingga memiliki berat jenis yang lebih tinggi. Tekanan yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa inti bumi bagian dalam bersifat padat.

Lapisan Bumi

lapisan selimut atau mantel adalah

Gambar di atas adalah peraga potongan samping dari lapisan-lapisan yang ada di muka bumi. Lapisan-lapisan tersebut tersusun atas:

  1. Kerak Benua
  2. Kerak Samudra
  3. Mantel Atas
  4. Mantel Bawah
  5. Inti Luar
  6. Inti Dalam

Selain itu, terdapat  zona-zona perbatasan yang dilambangkan oleh huruf A, B, dan C

  • Diskontinuitas Mohorovicic
  •  Diskontinuitas Gutenberg
  •  Diskontinuitas Lehman Bullen

Berikut pembahasannya yang lebih mendetail

Kerak Bumi

lapisan selimut atau mantel adalah

Kerak bumi adalah lapisan terluar yang bersentuhan langsung dengan atmosfer. Bersamaan dengan mantel, di kedalaman 80 km di bawah permukaan bumi, kerak bumi menyusun lapisan zona litosfer.

Lapisan ini adalah tempat makhluk hidup tinggal, beraktivitas, dan bernafas. Dalam lapisan ini juga menjadi tempat terjadinya gerakan-gerakan lempeng yang disebabkan oleh tektonik lempeng. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Dalam lapisan kerak bumi terdapat banyak barang tambang yang telah melewati siklus batuan pada mantel bumi yang pada akhirnya muncul kembali melalui arus konveksi.

Dalam lapisan ini, peningkatan suhu terjadi dengan bertambahnya kedalaman. Berdasarkan penelitian , gradien suhunya adalah 30 celcius per km, dalam artian suhu bertambah 30 derajat Celcius tiap masuk lebih dalam 1 km.

Suhu lapisan terdalam kerak bumi mencapai 1100’C. Namun, belum mampu membuat batuan yang ada mencair, sehingga kerak bumi bersifat padat dan plastis, belum elastis dan cair.

Unsur kimia utama penyusun kerak bumi adalah Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%) dan Magnesium (Mg) (2,1%).

Kerak Benua dan Kerak Samudera

Ada dua jenis kerak yaitu benua dan samudra, kerak benua lebih ringan dan terdiri dari silica-alumunium sedangkan kerak samudera lebih berat dan terdiri dari silica-magnesium.

Kerak samudera berumur jauh lebih muda (200 juta tahun) dibandingkan dengan kerak benua (1500 juta tahun), selain itu kerak samudra juga memiliki ketebalan yang lebih tipis (6-10 km) dibandingkan kerak benua (35-40 km).

lapisan selimut atau mantel adalah

Diskontinuitas Mohorovicic

Pada lapisan ini terdapat diskontinuitas mohorovicic yaitu zona perpindahan kecepatan gelombang seismik, dan juga merupakan perpindahan antara litosfer dan mantel.

Zona perpindahan ini dihipotesiskan terbentuk karena adanya perpindahan antara batu yang mengandung plagioklas di bagian atas perpindahan dan batu yang tidak mengandung plagioklas di bagian bawah.

Mantel

Lapisan selimut atau mantel adalah lapisan yang terletak antara kerak bumi dan inti bumi. Lapisan selimut atau mantel bumi adalah lapisan terbesar di perut bumi dan mencakup lebih dari 80% massa total bumi.

Lapisan ini tersusun atas mantel luar dan mantel dalam. Astenosfer adalah bagian dari mantel luar yang bersifat plastis yang merupakan tempat dimana kerak bumi bergerak. Zona perbatasan antara mantel luar dan litosfer disebut Mohorovicic discontinuity. Lalu ada zona transisi gutenberg, dan juga mantel dalam.

Mantel mempunyai sifat fisik yang padat namun plastis, yaitu dapat berubah bentuk/bergerak dalam jangka waktu yang sangat lama. Mengapa mantel bisa bersifat padat padahal suhunya sangat tinggi adalah karena tekanan.

Tekanan yang ada di mantel sangat tinggi dan dapat membuat batuan yang seharusnya mencair menjadi tidak mencair. Batuan tersebut malah berubah menjadi batuan panas yang bersifat plastis atau ductile.

Mantel tersusun atas batuan silikat yang kaya akan besi dan magnesium. Hal ini menjadikan magma yang berasal dari mantel bersifat basaltic atau lebih basa dibanding dengan magma yang berasal dari kerak bumi.

Mantel terdiri dari unsur kimiawi berikut:

lapisan selimut atau mantel adalah

Astenosfer

Astenosfer adalah lapisan teratas mantel luar yang langsung bersentuhan dengan kerak bumi dan litosfer. Lapisan ini berada pada kedalaman 80 – 200 km dibawah permukaan bumi. Lapisan ini memiliki suhu sekitar 1300 ‘C.

Lapisan astenosfer memiliki sifat fisik yang cukup lemah dan kental serta bersifat plastis. Mudah berubah tempat tanpa mengalami keretakan atau kerusakan structural, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

Lapisan astenosfer berfungsi layaknya pelumas yang memungkinkan terjadinya pergerakan lempeng-lempeng di permukaan bumi.

Mantel Luar dan Mantel Dalam

Mantel terbagi menjadi dua yaitu mantel luar dan dalam. Yang membedakan kedua lapisan ini adalah suhu dan komposisi kimiawinya.

Mantel luar terletak pada kedalaman 35 km hingga 410 km dibawah permukaan bumi. Lapisan ini bersifat padat dan plastis karena tekanan yang tinggi dan suhu yang belum cukup panas untuk mencairkan batuan.

Mantel luar terdiri dari mineral 55% olivine, 35% pyroxene dan 5 – 10% mineral kalsium oksida serta alumunium oksida seperti plagioclase, spinel atau garnet, tergantung kedalamannya.

Mantel dalam terletak pada kedalaman 410 km hingga 2900 km dibawah permukaan bumi. Lapisan ini, sama seperti mantel luar juga bersifat padat dan plastis. Lapisan ini memiliki suhu hingga 3,700 ‘C pada bagian terdalamnya.

Berdasarkan asumsi pyrolitic, mantel dalam terdiri dari 75% bridgmanite, 17% ferropericlase dan 8% CaSiO3-perovskite. Berdasarkan asumsi Chondritic, mantel dalam didominasi oleh bridgmanite dan CaSiO3-perovskite, dengan jumlah ferropericlase yang tidak terlalu banyak.

Arus Konveksi Mantel

lapisan selimut atau mantel adalah

Pada mantel ini terdapat arus konveksi yang menjadi penyebab dari pergerakan lapisan litosfer yang menyebabkan gempa bumi dan vulkanisme gunung berapi.

Arus konveksi ini disebabkan oleh panas yang diciptakan oleh peluruhan radioaktif pada inti bumi serta panas yang tersisa dari pembentukan bumi. Panas yang terlalu tinggi ini menyebabkan mantel yang bersifat cair bergerak menimbulkan arus konveksi.

Mantel yang panas cenderung memiliki berat jenis yang lebih rendah dibandingkan dengan mantel yang dingin. Oleh karenanya, mantel yang dipanaskan oleh peluruhan radioaktif akan bergerak keatas, digantikan oleh mantel yang sudah mendingin yang bergerak kebawah.

Inti Bumi

Inti bumi adalah lapisan terdalam di perut bumi. Lapisan ini berada antara kedalaman 2981 km hingga kedalaman 6378 km atau pusat bumi.

Lapisan ini terdiri dari inti luar dan inti dalam. Inti bumi umumnya terdiri dari unsur Ni-Fe yaitu nikel dan besi yang memiliki kepadatan yang sangat tinggi pula (9.9 – 12.8 g/cm3).

Suhu di inti bumi juga sangat panas, suhunya bisa mencapai 10,800 F. Panas ini disebabkan oleh aktivitas peluruhan radioaktif dan terdapatnya sisa-sisa panas dari zaman pembentukan bumi.

Inti Luar dan Inti Dalam

Inti bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam. Inti dalam bumi bersifat padat sedangkan inti luar bumi bersifat cair.

Perbedaan sifat inti ini disebabkan oleh adanya tekanan yang sangat kuat pada inti dalam dibandingkan inti luar. Tekanan yang kuat ini disebabkan oleh berat seluruh lapisan bumi diatasnya yang terkonsentrasi menekan inti dalam dari semua arah.

Inti luar bumi terletak antara kedalaman 2981 km sampai sekitar 5100 km dibawah permukaan bumi. Inti luar ini terdiri dari logam Ni-Fe, sama seperti inti bumi bagian dalam, namun, inti bagian luar bersifat cair karena panas yang sangat tinggi menyebabkan batuan yang ada meleleh.

Inti dalam bumi terletak pada kedalaman 5100 km sampai pusat bumi yaitu pada kedalaman 6378 km dibawah permukaan bumi. Inti dalam bersifat padat karena tekanan yang ada pada zona ini sangat kuat, sehingga meskipun suhu yang ada sangat kuat pula, batuan dan mineral yang ada di zona ini tetap dalam kondisi padat.

Zona Lehman Bullen

Zona lehman bullen adalah zona yang membatasi inti bumi bagian luar yang bersifat cair dan inti bumi bagian dalam yang bersifat padat. Pada zona ini, terdapat pembiasan gelombang seismik karena terjadi transisi medium rambat dari medium cair ke medium padat.

Demikian informasi dari https://afuza.co.id/. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.